7/07/2014

Penjumlahan (cara smart)


Semangat pagi people's ...
Dari beberapa mata pelajaran yang diberikan di sekolah, salah satu pelajaran yang mempunyai penggemar cukup banyak adalah pelajaran Matematika, kenapa bisa seperti itu...???

Kami sudah melakukan survei terhadap 99 siswa sekolah tentang tingkat kesulitan matematika, 45 siswa mengatakan matematika itu mudah dan 54 siswa mengatakan gampang, wow amazing.....
dan yang lebih amazing lagi, dari survei yang kami lakukan, siswa hanya boleh memilih "mudah" atau "gampang" saja, tidak boleh menjawab yang lain.

Untuk membuktikan bahwa Matematika itu mudah atau gampang, kami berikan beberapa trik / cara smart untuk menyelesaikan soal-soal Matematika.

Cara smart yang kita berikan saat ini adalah tentang penjumlahan, silahkan lihat contoh soal penjumlahan sederhana dibawah (gb.1) 

gb.1
Baiklah,tanpa basah-basahan kita langsung saja menyelesaikan soal diatas dengan cara smart.

Konsep dasar : 
ketika hasil penjumlahan diatas 10 maka yang kita baca hanya angka belakang saja, contoh 7+8 = 15 (dibaca "lima" bukan "lima belas") , 9+6 = 14 (dibaca "empat" bukan "empat belas") , 5+7 = 12 (dibaca "dua"), dst.

Lebih jelasnya kita lihat pembahasan soal penjumlahan di bawah pada baris pertama (lihat gb.2)

gb.2
Sudah lihat gambar diatas (gb.2), sangat mudah kan ?
Penjelasan (gb.2) adalah sebagai berikut (fokus hanya pada baris pertama OK) :

~Soal baris pertama, angka 9, 8, 3, 6 koq dicoret ?
~Ceritanya begini, pada baris pertama 4+5=9, kemudian 9+9=18 (dibaca"delapan"), nah ketika kita baca "delapan", angka 9 dicoret (karena hasilnya lebih dari 10)
~Kemudian kita tambah lagi dengan angka berikutnya yaitu 8, menjadi 8+8=16 (dibaca"enam"), angka 8 dicoret
~Kemudian kita tambah lagi dengan angka berikutnya yaitu 2, menjadi 6+2=8, angka 2 tidak dicoret (karena hasilnya tidak lebih dari 10)
~Kemudian kita tambah lagi dengan angka berikutnya yaitu 1, menjadi 8+1=9, angka 1 tidak dicoret
~Kemudian kita tambah lagi dengan angka berikutnya yaitu 3, menjadi 9+3=12 (dibaca"dua"), angka 3 dicoret
~Kemudian kita tambah lagi dengan angka berikutnya yaitu 7, menjadi 2+7=9, angka 7 tidak dicoret
~Kemudian kita tambah lagi dengan angka berikutnya yaitu 6, menjadi 9+6=15 (dibaca"lima"), angka 6 dicoret
~Kemudian kita tambah lagi dengan angka berikutnya yaitu 4, menjadi 5+4=9, angka 4 tidak dicoret 
~Kita mendapatkan hasil akhirnya adalah 9, silahkan tulis 9 sebagai angka paling belakang atau angka satuan
~Untuk mencari berapa nilai puluhannya (angka didepan 9), silahkan lihat ada berapa banyak coretnya, ternyata ada 4 coret, berarti tulis 4 didepan angka 9, maka hasil akhirnya adalah 49

Supaya lebih paham dan lancar lagi, silahkan anda kerjakan untuk baris ke 2, 3, 4 dan baris ke 5 dalam waktu 5 menit, siap...?

Apakah jawaban anda sudah benar?untuk mengecek silahkan klik dibawah ini  

Bagaimana?mudah atau gampang?

Jika masih ada yang bingung, silahkan tanyakan lewat komentar dibawah atau isi saran di "Hubungi Kami" di layar sebelah kanan anda.

Terima Kasih

6/30/2014

Kalender Pendidikan 2014-2015


Semangat pagi people's ...
Bagaimana hasil nilai rapot adik-adik semua? semoga nilai rapotnya diatas 10 semua dan naik kelas semua... Aaamiiin ...

Tahun ajaran baru sudah ada didepan pintu,dan kali ini penulis share kalender pendidikan tahun ajaran 2014-2015 untuk wilayah :
~DKI Jakarta
~Jawa Barat 
~Jawa Tengah dan 
~Jawa Timur

Silahkan download sesuai dengan wilayah masing-masing, semoga bermanfaat buat adik-adik pelajar, orang tua, guru dan praktisi pendidikan supaya bisa mempersiapkan pembelajaran dengan penuh semangat dan penuh cinta.

Kalender pendidikan 2014-2015 DKI Jakarta Klik disini

Kalender pendidikan 2014-2015 Jawa Barat Klik disini

Kalender pendidikan 2014-2015 Jawa Tengah Klik disini

Kalender pendidikan 2014-2015 Jawa Timur Klik disini 



6/26/2014

BSE Kurikulum 2013


Semangat pagi people's ...
Adik-adikku bagaimana sekolahnya?menyenangkan atau menggembirakan?syukurlah kalau begitu ...

Buat adik-adikku yang belum punya BSE Kurikulum 2013, penulis menyediakan link yang bisa didownload Free alias Gratisss,
tanpa basah basahan langsung aja di klik link dibawah.

Filenya berbentuk rar dan ukurannya cukup besar, jadi pastikan jaringan internetnya juga besar supaya pas download tidak lamaaa...

BSE Kurikulum 2013 jenjang 4 SD (160 Mb)
Terdiri dari :
>> Agama Islam & Budi Pekerti (Buku Guru & Siswa)
>> Tema 1 (Buku Guru & Siswa)
>> Tema 2 (Buku Siswa)
>> Tema 3 (Buku Guru & Siswa)
>> Tema 4 (Buku Guru & Siswa)
Untuk download silahkan klik disini

BSE Kurikulum 2013 jenjang 7 SMP (97,3 Mb)
Terdiri dari :
>> Bhs Indonesia (Buku Siswa)
>> Matematika (Buku Siswa)
>> IPA (Buku Siswa)
>> IPS (Buku Siswa)
Untuk download silahkan klik disini


BSE Kurikulum 2013 jenjang 8 SMP
Terdiri dari:
>> Matematika semester 1 (90Mb),untuk download klik disini 

BSE Kurikulum 2013 jenjang 10 SMA (92,9 Mb)
Terdiri dari :
>> Bhs Indonesia (Buku Guru & Siswa)
>> Matematika (Buku Guru & Siswa)
>> Sejarah (Buku Guru & Siswa)
Untuk download silahkan klik disini 


Semoga bermanfaat dan belajar menjadi lebih menyenangkan ...

Rahasia laki-laki penghuni surga





Semangat pagi people's ...
Salah satu amalan yang harus diamalkan umat Islam adalah menjauhi sifat iri hati, dengki dan hasad. Menjauhi sifat-sifat tersebut, merupakan bagian dari sikap yang harus dilakukan umat Islam. Sebab hal itu bukan saja merugikan bagi yang menjadi sasaran dengki dan hasad, tetapi juga merugikan diri orang itu sendiri.


Ada kisah tentang tingkah laku seorang sahabat sahabat yang oleh Nabi Muhammad saw dijamin bakal menjadi penghuni surga yang kekal. Kisahnya demikian ...

Rasulullah pada suatu ketika duduk bersama sahabat. Saat itu lewatlah sahabat lain. Sahabat itu tidak menonjol, biasa saja,. Tetapi kepada para sahabat yang lain, Nabi berkata tentang sahabat yang satu ini. “Dia adalah seorang lelaki calon penghuni surga,” kata beliau sambil menunjuk lelaki itu.

Mendengar itu, Abdullah bin Umar menjadi penasaran. Ia berupaya mengetahui rahasia kehidupan orang yang dipastikan oleh Nabi sebagai penghuni surga itu. “Apa amalan lelaki Anshar ini, dan apa pula kelebihannhya,” kata Abdulah dalam hati.

Untuk menyelidiki orang tersebut, Abdullah bin Umar pun meminta diperbolehkan tinggal selama beberapa hari di rumah sahabat yang dikatakan Nabi calon penghuni surga itu. “Jika tidak keberatan, aku ingin tinggal bersamamu untuk beberapa hari saja,” katanya. “Ada apa dengan kamu?”

“Aku baru saja bertengkar dengan ayahku. Dan aku bersumpah tidak ingin bertemu dengannya selam tiga hari ini,” kata Abdullah berbohong. “Boleh, silahkan kapan saja dan berapa lama pun bisa,” kata sahabat itu dengan ramah.

Selama tiga hari itu, diamatinya tingkah laku dan tindak tanduk sahabat itu dalam kehidupan sehari-harinya. Namun, setelah beberapa hari tinggal beberapa hari di rumah sahabat itu, Abdullah tidak menyaksikan kelebihan amalan atas sahabat itu. Ia menyaksikan kehidupan bakal penghuni surga itu biasa-biasa saja, amalan shalatnya pun biasa-biasa saja.

Saat hendak pamit, Abdullah terpaksa “membuka kartu” dan bertanya kepada tuan rumah bakal penghuni surga itu. “Saudaraku, sebenarnya aku tidak apa-apa dengan ayahku,” kata Abdullah. “Lalu ada apa kau tidur di rumahku?” tanya lelaki Anshar itu. “Beberapa hari yang lalu, ketika kami sedang berkumpul dengan Nabi di masjid, beliau mengatakan bahwa sebentar lagi akan ada orang Anshar calon penghuni surga masuk ke masjid itu. Dan laki-laki Anshar yang disebut-sebut Rasulullah itu adalah kamu.”

“Ah, benarkah begitu?” kata lelaki Anshar itu merendahkan diri. “Benar, Nabi berkata begitu. Cuma kini kami ingin tahu, apa sebenarnya amalan tuan sehingga Rasulullah memastikan tuan akan masuk surga?” tanya Abdullah.

“Oh, jadi selama ini kamu menyelidiki aku ya?”

“Ya,” katanya terus terang.

“Tak ada amalan khusus yang aku amalkan. Beginililah kehidupan saya sehari-hari sebagaimana yang anda saksikan sendiri beberapa hari di sini.” Kata sahabat Anshar itu. Mendengar jawaban itu, Abdullah semakin penasaran. “Tetapi masih ada sesuatu yang anda rahasiakan kepadaku.”

Pada akhirnya orang bakal penghuni surga itu juga ikut ”membuka kartu” dan mengungkapkan apa adanya. “Sesungguhnya yang aku amalkan dari ajaran Nabi adalah biasa saja. Aku berusaha sekuat tenaga tidak akan melakukan perbuatan yang merugikan sesama kaum Muslimin. Aku berusaha selalu berusaha membersihkan hatiku dengan tidak pernah memiliki sifat iri hati serta menaruh rasa dengki dan hasad kepada orang lain sepanjang hidupku. Apalagi hasad terhadap kenikmatan yang diterima orang lain.

“Hanya itu?” tanya Abdullah. “Ya,” jawabnya.

Mendengar pengakuan jujur lelaki itu, Abdullah bin Umar semakin takjub mendengarnya. Secara lahiriah, amalan lelaki Anshar itu tak terlalu istimewa. Tetai secara rohaniah, amalan itu sungguh luar biasa. Bukankah memang banyak orang yang mampu menunaikan shalat tetapi tak mampu menjaga hatinya dari rasa iri, dengki, hasad dan prasangka buruk kepada orang lain.

“Subhanallah, rupanya inilah amalan utama yang telah menjadikan dirimu mendapat kemuliaan di surga,” kata Abdullah di dalam hati sambil berpamitan meninggalkan rumah lelaki itu.

Begitulah rahasia yang ditemukan Abdullah bin Umar pada sahabat itu, sehingga ia mendapat jaminan Rasulullah akan menjadi penghuni surga.
Kuncinya tidak iri hati, hasad, dan dengki kepada orang lain.

Sumber :

http://kisahkayahikmah.wordpress.com

Wanita Telanjang





Semangat pagi people's ...
Saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam. Sekarang para wanita sudah banyak yang mulai membuka aurat. Bukan hanya kepala yang dibuka atau telapak kaki, yang di mana kedua bagian ini wajib ditutupi. Namun, sekarang ini sudah banyak yang berani membuka paha dengan memakai celana atau rok setinggi betis.


Kami tidak tahu beberapa tahun mendatang, mungkin kondisinya akan semakin parah dan lebih parah dari saat ini. Mungkin beberapa tahun lagi, berpakaian ala barat yang transparan dan sangat memamerkan aurat akan menjadi budaya kaum muslimin. Semoga Allah melindungi keluarga kita dan generasi kaum muslimin dari musibah ini.


Tanda Benarnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)


Hadits ini merupakan tanda mukjizat kenabian. Kedua golongan ini sudah ada di zaman kita saat ini. Hadits ini sangat mencela dua golongan semacam ini. Kerusakan seperti ini tidak muncul di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sucinya zaman beliau, namun kerusakan ini baru terjadi setelah masa beliau hidup (Lihat Syarh Muslim, 9/240 dan Faidul Qodir, 4/275).

Wahai Rabbku. Dan zaman ini lebih nyata lagi terjadi dan kerusakannya lebih parah.

Saudariku, pahamilah makna ‘kasiyatun ‘ariyatun


An Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna kasiyatun ‘ariyatun.


Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.


Makna kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.


Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.


Makna keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)


Pengertian yang disampaikan An Nawawi di atas, ada yang bermakna konkrit dan ada yang bermakna maknawi (abstrak). Begitu pula dijelaskan oleh ulama lainnya sebagai berikut.

Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Muslimah, 125-126)


Al Munawi dalam Faidul Qodir mengatakan mengenai makna kasiyatun ‘ariyatun, “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.” (Faidul Qodir, 4/275)


Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibnul Jauziy. Beliau mengatakan bahwa makna kasiyatun ‘ariyatun ada tiga makna.


Pertama: wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang.


Kedua: wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang.


Ketiga: wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya. (Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, 1/1031)


Kesimpulannya adalah kasiyatun ‘ariyatdapat kita maknakan: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.


Tidakkah Engkau Takut dengan Ancaman Ini

Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memakaian pakaian tetapi sebenarnya telanjang, dikatakan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”


Perhatikanlah saudariku, ancaman ini bukanlah ancaman biasa. Perkara ini bukan perkara sepele. Dosanya bukan hanya dosa kecil. Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Wanita seperti ini dikatakan tidak akan masuk surga dan bau surga saja tidak akan dicium. Tidakkah kita takut dengan ancaman seperti ini?


An Nawawi rahimahullah menjelaskan maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘wanita tersebut tidak akan masuk surga’. Inti dari penjelasan beliau rahimahullah:

Jika wanita tersebut menghalalkan perbuatan ini yang sebenarnya haram dan dia pun sudah mengetahui keharaman hal ini, namun masih menganggap halal untuk membuka anggota tubuhnya yang wajib ditutup (atau menghalalkan memakai pakaian yang tipis), maka wanita seperti ini kafir, kekal dalam neraka dan dia tidak akan masuk surga selamanya.

Dapat kita maknakan juga bahwa wanita seperti ini tidak akan masuk surga untuk pertama kalinya. Jika memang dia ahlu tauhid, dia nantinya juga akan masuk surga. Wallahu Ta’ala a’lam. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)


Jika ancaman ini telah jelas, lalu kenapa sebagian wanita masih membuka auratnya di khalayak ramai dengan memakai rok hanya setinggi betis? Kenapa mereka begitu senangnya memamerkan paha di depan orang lain? Kenapa mereka masih senang memperlihatkan rambut yang wajib ditutupi? Kenapa mereka masih menampakkan telapak kaki yang juga harus ditutupi? Kenapa pula masih memperlihatkan leher?!


Sadarlah, wahai saudariku! Bangkitlah dari kemalasanmu! Taatilah Allah dan Rasul-Nya! Mulailah dari sekarang untuk merubah diri menjadi yang lebih baik ….


Sumber :
Muhammad Abduh Tuasikal